Senin, 15 Juli 2019

Sejarah perayaan MAULID NABI di dunia

SEJARAH PERAYAAN MAULID NABI DI DUNIA (part 1)

  Adanya perayaan maulid nabi sudah ada sejak ratusan tahun silam. Dan disetiap negara memiliki cara tersendiri untuk memperingati hal tersebut . mulai dari pembacaan kisah² baginda nabi dan beberapa acara ceremony lainnya. 
 Catatan sejarah tentang awal mula perayaan maulid sangatlah minim. Di yaman perayaan maulid nabi kemungkinan dimulai sejak kedatangan Ahmad bin Isa an-naqib bin muhammad bin 'ali al uraidhi bin ja'far shodiq  bin muhammad al baqir bin ali zainal 'abidin bin sayyid husain bin ali bin abi thalib.
Karena tidak adanya catatan sejarah perayaan maulid yg dilakukan kaum 'ibadiah pada masa sebelum beliau ahmad bin isa an-naqib.

A. Yaman.
 Pada umumnya masyarakat yaman modern merayakan maulid nabi di rumah² di masjid dan asrama² pelajar sejak awal bulan rabi'ul awal . hemmm.. Sama seperti di indonesia juga ya..🤔🤔. Dan dengan membacakan kisah² tentang baginda nabi meliputi sifat , akhlaq , nasab beliau dll .sedangkan pada hari ke 11 rabi'ul awal setelah shalat asar masyarakat berkumpul di masjid syakrah membaca maulid al - barzanji karya imam ja'far shodiq. Lalu membaca qosidah karya imam abdullah bin 'alwi al haddad.

ÙˆَÙ‚َدْ جَÙ…َعَ الأسْرارَ والأَÙ…ْرَ ÙƒُÙ„َّÙ‡ #محمّدٌ المبْعوث للخلق رحمة
 Nabi mengumpulkan segala 'rahasia' dan segala kesempurnaan#
Nabi muhammad diutus bagi seluruh makhluk sebagai rahmat. Ketika pembacaan maulid berlangsung di bakar pula DUPA sbg wewangian mengelilingi seluruh ruangan. Sedangkan perayaan maulid nabi di mesir berlangsung hingga beberapa hari berturut- turut.
 Setiap negara memang memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan hari kelahiran insan mulia Baginda nabi muhammad saw.

 B. Turki modern
Perayaan maulid pada masa khilafah pertama kali diadakan oleh  sultan murrad III. Perayaan itu berlangsung semarak sebelum tahun  1923M . saat MUSTAFA KEMAL ATATURK memproklamirkan berdirinya TURKI sekuler. Hampir semua peringatan hari besar umat islam dihentikan seperti halnya perayaan maulid. Tetapi seiring berjalannya waktu peringatan maulid kembali menguat mengingat tumbuhnya rasa toleransi antar sesama. Yang lama kelamaan menjadi meriah kembali.

Sumber: sejarah maulid nabi, ahmad tsauri








Tidak ada komentar:

Posting Komentar